ads-header

header ads
header ads

Bagaimana cara menenangkan orang marah? | 4 Cara Menghadapi Seseorang yang Marah Terhadapmu(Seri Kemarahan Part 1)

Setiap orang pasti pernah mengalami situasi dimana kejadian tersebut membuatnya menjadi terbawa emosi atau dalam istilah kekinian adalah baper.

Saat segala tindakan tidak lagi berdasarkan atas kesadaran penuh berlandaskan logika tetapi ditutupi oleh emosi tinggi yang menyelimuti jiwa raga.

Beberapa emosi yang seringkali mengganggu aktivitas tersebut adalah kesedihan dan kemarahan, yang memerlukan kontrol diri yang baik agar tidak terbawa emosi alias baper.

Permasalahan yang muncul adalah apabila kita memang sudah bisa mengontrol diri kita adalah bagaimana dengan lawan bicara kita? Termasuk teman kita, kolega kita, atau siapapun yang ingin kita tenangkan kembali jiwanya.

Apakah yang bisa kita lakukan untuk membuatnya tetap tenang? Apakah yang biasanya anda lakukan? Dalam tulisan kali ini aku ingin memberikan beberapa saran yang mungkin dapat dipraktikkan ketika kita menemukan situasi yang seperti ini lagi.

Hal yang paling pasti untuk dilakukan pertama kali adalah bahwa diri kita juga tidak boleh terbawa atau terseret emosi lawan bicara tersebut.

Yaps, kita harus tetap tenang menghadapinya, kita harus menguasai diri kita sepenuhnya terlebih dahulu, dan apakah yang harus dilakukan saat kita menjaga agar diri kita tetap tenang?

Tetap Tenang dan Kuasai Situasi (Ayanokouji Kiyotaka - Youzitsu)


  1. Hindari Pertengkaran
    Saat seseorang berada di titik puncak emosinya, menjadi sama-sama marah tidak akan menyelesaikan masalah, dan justru semakin memperparah keadaan. Fokuskan pada diri untuk tetap tenang, agar tidak berputar-putar dalam pertentangan argumen. Bukan berarti hal ini dimaksudkan agar anda tanpa emosi sepenuhnya, melainkan jaga agar tidak terlalu panas.
    • Salah satu cara/upaya agar tetap dalam kondisi netral adalah dengan menjaga untuk tidak memasukkannya ke dalam hati, jangan dianggap personal. Memang alami bagi seseorang untuk merespon seseorang yang sedang marah dengan cara membela diri dan menjaga reputasi, tetapi cukup penting juga untuk diingat bahwa orang yang sangat marah bisa jadi melakukan sesuatu yang sungguh-sungguh tidak beralasan sampai akhirnya ia kembali tenang.
  2. Cobalah untuk tidak menjadi defensif
    Ketika seseorang marah, sangat jarang ia berbicara dengan nada rendah, dan hal itu tanpa sengaja membuat kita begitu negatif dan menjadi defensif terhadapnya. Ketika kita sedang berkomunikasi dengan seseorang yang sedang marah, sadarilah bahwa kemarahannya bukanlah ditujukan padamu. Pisahkan emosi seseorang yang marah tersebut darimu sehingga kau bisa hadir di sana tanpa merasa bahwa ia sedang memarahimu.
  3. Tetap dalam kondisi saat itu
    Orang yang marah sering kali mengungkit situasi dan perbincangan di masa lalu, terutama ketika ia mencoba melibatkanmu dalam kemarahannya. Cobalah menanggapinya dengan cara menjaga mereka tetap fokus dengan situasi saat ini dan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Jangan biarkan dirimu terlibat dan terpengaruh dan menjadi marah juga.
    • Apabila pembicaraan nampaknya terbawa ke kejadian masa lalu, cobalah katakan,"kita dapat membicarakan hal tersebut nanti, untuk sekarang bisakah kita tetap fokus terhadap apa yang baru saja membuatmu marah dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Selesaikan satu masalah dalam satu waktu"
  4. Tetap tenang dan diam
    Apabila seseorang sedang berteriak atau mencurahkan isi hatinya, kau dapat memilih untuk membiarkan melakukannya untuk meredakan suasana, tetapi hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah tetap diam dan tidak berkata apapun. Apabila kau berbicara, upayakan tetap dalam nada rendah. Apabila kau memilih untuk diam, upayakan untuk menjaga ekspresi wajah dan bahasa tubuh tetap netral. Kau akan tetap berada pada kontrol apabila kau tidak terpancing dengan ucapannya.
    • Terdapat perbedaan antara membiarkan seseorang mencurahkan amarahnya dengan pembulian vokal. Apabila orang itu memarahimu, memanggil namamu, atau mengarahkan kemarahan yang tidak ada hubungannya denganmu terhadapmu, kau mungkin terpikir untuk berkata kepadanya,"Aku memahami bahwa kau frustasi dan aku akan berada di sini untukmu, tetapi tolonglah untuk tidak mengarahkan kemarahanmu terhadapku."

Saat ini, itu saja yang dapat aku sampaikan untuk mengingatkan diriku sendiri dan semoga bermanfaat juga untuk kalian. Sampaikan apakah kau pernah mengalami situasi yang sama, dan apa yang kau lakukan saat kau dihadapi situasi yang seperti ini, utarakan dan mungkin dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua yang membacanya.

Segala ceritamu akan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua yang membacanya. Kau bisa memberikan pendapatmu di kolom komentar, atau menjadi kontributor di situ ini dengan cara mengirimkan cerita, kisah dan pengalamanmu ke Kirim Kisahku.

Terima kasih.



Loosely based on: wikihow.com


Posting Komentar

0 Komentar