ads-header

header ads
header ads

Keputusaan Rasa Percaya : Momen putus asa, tidak lagi percaya, terhadap yang kau yakini, dan bagaimana menghadapinya.

Sudahkah kau mendapatkan momen dimana kau merasa sudah tak ada lagi yang bisa kau percaya sehingga kau berpikir sebaiknya "Aku mati saja"... Ya(?) Tidak(?)...

Ingin sekali rasanya menuliskan sesuatu tentang kematian. Hal yang kurasa sebaiknya tidak dibahas ini bisa jadi memang harusnya dibahas.

Ketika kau sedih dan menyiksa diri dengan tak menceritakan kesedihanmu. Di kala kau merasa seperti makhluk yang bodoh dan lemah tak berguna.

Saat kau merasa bahwa kau sudah tidak dibutuhkan lagi. Kekecewaan yang teramat dalam yang muncul akibat mempercayai hal yang kau tahu seharusnya tidak kau percayai sejak awal, karena trauma di masa lalu.

Impian akan kebahagiaan yang ternyata palsu dan kau menyadarinya dengan hati hancur yang semakin terpuruk. Sakit yang dirasakan dalam hati ketika apa yang telah kau perjuangkan, apa yang telah kau usahakan sekuat tenaga ternyata mengkhianatimu.

Kanda Sorata - Sakurasou no Pet na Kanojo

Hilangnya rasa percaya pada dunia, hilangnya harapan akan masa depan yang cerah, digantikan dengan keputusasaan yang amat teramat pedih.

Mereka bilang,"Tidak ada gunanya bersedih", namun kurasa bersedih sangatlah berguna, karena dengan bersedih itu menunjukkan sisi kemanusiaanmu.

Sudah sewajarnya kita bersedih apabila kita dikhianati, terputus dari tali harapan lalu jatuh dalam jurang keputusasaan.

Terlebih apabila yang mengkhianatimu adalah orang yang sangat kau harapkan untuk bisa menolongmu terbebas dari jurang keputusasaan, ataupun impian yang telah kau perjuangkan selama hidupmu dan kau percaya bahwa itu akan membahagiakanmu.

Dengan kata lain, harapan telah mengkhianatimu, lalu apa yang akan kau lakukan? Mati? Itu hanyalah hal yang mungkin akan dilakukan pribadi yang lemah.

Pertanyaannya adalah, bagaimana melakukan pencegahan atau pertolongan pada pribadi yang lemah yang terlanjur terjerembab dalam jurang keputusaasan?

Masih bisakah orang yang seperti itu diberi pertolongan? Sampai kinipun aku tidak tau apa jawabannya... selain itu, tidak semua orang merupakan pribadi yang lemah. terdapat pula pribadi-pribadi yang kuat.

Pribadi yang kuat tidak akan mengakhiri hidupnya, namun dia akan menjadi pribadi yang tidak akan bisa lagi mempercayai orang lain, dia akan menjadi pribadi yang tak memiliki kepedulian, dengan mematikan perasaan dalam hatinya sebagai benteng perlindungan untuk mewujudkan pribadi yang jauh lebih kuat.

Pribadi yang sangat luar biasa ketakutan akan dikhianati lagi. Sehingga memilih untuk tidak memberikan kepercayaannya sesedikitpun pada siapapun.

Hal itu akan jadi lebih buruk lagi apabila terulang pada pribadi yang sama... ketika ia telah sedikit membuka rasa percayanya, lalu dikhianati lagi.

Kemudian... apa yang harus kau lakukan untuk menolong pribadi yang seperti itu? ketika kau bertemu dengan salah satunya... Bisakah mungkin sebagai "teman yang baik" kau menolongnya? Dunia ini jauh lebih kejam daripada setiap kejadian yang kau ketahui.

Hal yang kuharapkan adalah, hanya bila masih boleh tuk berharap... orang yang mengalami hal seperti ini mengetahui dengan pasti kemana seharusnya ia mencari pertolongan...

Oke... Kurasa cukup aku menyampaikan apa yang ingin kusampaikan, kini giliranmu, apa yang akan kau lakukan bila kau mengalami situasi seperti ini...? Sampaikan pendapatmu... Biarkan kita semua membacanya... Semua dan setiap pendapatmu akan sangat berharga dan berarti untuk dibaca, dimengerti dan diambil pelajarannya.

Tidak hanya pendapat, kau pun bisa menceritakan kisah dan pengalamanmu atau cara pandangmu terhadap dunia dengan cara menjadi kontributor untuk situs ini dengan cara mengirimkan tulisanmu ke Kirim Kisahku.

Terima Kasih,

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Luka yang baru emang selalu sakit, kabar buruknya lukanya bakal selalu ngilu tiap kali kamu inget orang itu, dan kamu bakal selalu inget. Tapi kabar baiknya manusia selalu belajar dari rasa sakit, kan? butuh waktu untuk mengikhlaskan.. dan hidup gak pernah adil, dia gak bakal membiarkan kita berlama-lama di zona nyaman. Soal sakit hati.. gak papa, everything is going to be okay at the end, if it's not okay then it's not the end. Dan semuanya perlu waktu, gak papa, kita punya semua waktu yang ada untuk melakukannya semua semampu kita, jatuh terpuruklah dalam-dalam, sampai kamu lelah untuk terpuruk dan kembali dengan semua luka kamu, dengan air mata kamu.. dengan senyum kamu, karena semua itu yang bikin kamu jadi dirimu. Kamu bakal nemuin jawaban yang ingin kamu cari dalam diri kamu sendiri.
    Sabar, ikhlas, ada banyak hal yang lebih penting dipikirkan dari pada mengasihani diri sendiri dan menyesali atau marah, hal itu perlu, kita manusia gak papa, tapi jangan berlarut.
    Hanya hari yang buruk, bukan hidup yang buruk.

    BalasHapus
  2. Perasaan sakit hati dan trauma...persis seperti aq beberapa tahun yang lalu...sakitnya dikhianati dan disiksa secara batin..hingga berusaha untuk bunuh diri.
    But dear, I get d answer..Life is about choices..aq memilih untuk BAHAGIA..bahagia yang benar2 bahagia..aq memilih untuk meMAAFkan dan mengIKHLASkannya...melangkah dan menatap masa depan dengan penuh SEMANGAT..tanpa menyalahkan masa lalu atau ia yang mengkhianati q..Life is never flat, just stay on ur mission n keep think positive!! (^.^)v

    Hehehe...

    BalasHapus
  3. jika aku terus berulang di khianati maka aku akan tetap percaya bawa kepercayaan yg abadi akan datang pada waktunya , jika kau kehilangan harapan mu aku akan datang karna tanpa kau sadari orang" disekitar mu adalah harapan yg mendorong mu untuk terus melangkah kedepan

    BalasHapus

Sampaikan pendapat dan pemikiranmu...